Perhatian Pemerintah Gelar Rapat, Dalam Memetakan Potensi dan Mitigasi Bencana Di PPU

0
11
Perhatian Pemerintah Gelar Rapat, Dalam Memetakan Potensi dan Mitigasi Bencana Di PPU

BERITAPENAJAM.Net.- Kesiapan pemerintah Penajam Paser Utara (PPU) dalam hal mengantisipasi bencana banjir terus dilakukan. Baru-baru ini pihaknya melakukan rapat bersama badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta  Aparatur Desa yang dianggap cukup rawan.

Pemerintah dalam hal ini Sekretaris daerah (Sekda) Tohar mengintrupsikan kepada seluruh masyarakat PPU, terutama desa yang rawan banjir segera melibatkan masyarakat melakukan normalisasi alur sungai.

Dalam melaksanakan konsolidasi kesiapsiagaan bancana. Pemerintah PPU mempercapat langkah-langkah yang konkrit dan membangun persepsi yang seirama dengan beberapa faksi yang bersangkutan.

Sekda PPU menuturkan, beberapa wilayah yang ada di Kabupaten PPU masih berpotensi mengalami bencana alam dikala curah hujan meningkat. Oleh karena itu perlu adanya serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana,

“kesiapsiagaan bermula dari mitigasi, yang artinya mapping potensi yang sering terjadi timbulnya bencana. Kebetulan bencana yang dihapakan saat ini musim penghujan jadi mitigasinya berkenaan dengan mitigasi musim hujan. Ada beberapa titik yang sudah kami sampaikan dimana empat kecamatan sama-sama memiliki potensi untuk terjadinya bencana. ” tutur sekda PPU usai rapat BPBD. (9/1/2020).

Lanjut, disebagian wilayah di Kabupaten PPU seperti Kecamatan Babulu secara umum pada area genangan rawa sebakung   pada saat curah hujan cukup tinggi dan air dari laut pun pasang infrastruktur saluran air primer dan sekunder belum ditangani, diawal tahun 2019 kemaren saluran tersebut telah rampung saat ini.

“Jadi sekarang yang diperhitungkan hanya tinggal melihat tinggi rendahnya curah hujan,” papar H Tohar

Dirinya menjelaskan, terkait pada fase penanggulangan manakala memang terjadi bencana tersebut maka yang perlu dibangun adalah simpati masyarakat, keterpanggilan masyarakat untuk bisa bersinergi bersama lembaga pemerintah , “Fungsi koordinasi tetap ada pada badan penanggulangan bencana tetapi kekuatan pendukung bisa disatuan tetangga, bisa juga disatuan dinas otonom yang berada dibawah naungan pemerintah. ” jelasnya.

Tohar berharap semua elemen masyarakat mengambil peran dalam mengantisipasi daerah-daerah yang sudah di petakan.

“Kita sampaikan kepada pejabat kewilayahan untuk tetap melakukan survei untuk mengidentifikasi diwilayah masing-masing mana kala memang benar ada dari tindakan antisipasi ini adalah rumusan harus kerja bersama sama dalam rangka pembersihan dan semacamnya, disinilah peran dari pejabat-pejabat kita dan untuk bisa melakukan sinergi dengan pejabat lain, sesuai dengan tingkatan wilayahnya masing-masing, ” (edz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here