Layanan Non CoViD-19 RSUD Ratu Aji Putri Botung Kembali Dibuka Mulai 1 Juli

0
18
Layanan Non CoViD-19 RSUD Ratu Aji Putri Botung Kembali Dibuka Mulai 1 Juli
Direktur Utama RSUD Ratu Aji Putri Botung, dr Jensje Grace Makisurat

 

BERITAPENAJAM.Net,- Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) akan kembali membuka pelayanan rawat jalan maupun rawat inap bagi pasien non-CoViD-19, per tanggal 1 Juli 2020.

 

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung dr Jensje Grace Makisurat mengatakan, pembukaan layanan bagi pasien non-CoViD-19 tersebut dikarenakan melihat situasi info grafis dari Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan CoViD-19 di Kabupaten PPU yang saat ini cendrung mengalami penurunan atau, tidak ada lagi pasien CoViD-19 yang bertambah secara signifikan.

” Mulai per tanggal 1 Juli kami akan membuka kembali ruang inap non-CoViD-19,” ucapnya

Pihaknya juga akan merencanakan pada hari yang sama itu, melakukan penambahan pelayanan rawat jalan yang dipastikan akan berimbas tentunya pada rawat inap.

” Pasti rawat inap membutuhkan tempat tidur yang lebih,” tambah direktur utama itu yang akran disapa dr Grace.

Ia juga menjelaskan, seiring adanya isu new normal yang berhembus ditengah masyarakat PPU. Angka kunjungan masyarakat yang ingin berobat di RSUD Ratu Aji Putri Botung semakin meningkat, dan jumlah pasien CoViD-19 pun relatif menurun.

Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)

Namun saat ini pelayanan klinik rawat jalan untuk penyakit dalam pun semakin bertambah, oleh sebab itu pihaknya akan menambahkan hari untuk pelayanan tersebut, yang semula hanya hari Senin dan, Jumat.

” Yang lalu hanya Senin dan, Jumat. Per tanggal 1 Juli kita di hari Rabu, jadi Senin, Rabu dan Jumat,” beber dr Grace

 

dr Grace berharap, dengan adanya pembukaan kembali pelyanan non CoViD-19 ini masyarakat PPU tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan cara menggunakan masker, cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, akan tetapi bagi para pembesuk pasien pihaknya masih tetap membatasi. (syahidr5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here